Senin, 13 Oktober 2014

Foto Vagina Mungil Tante ely Toket Gede Mandi

Bibir Vagina Basah Pertanda Nafsu Seks

Bibir Vagina Basah Pertanda Nafsu Seks

Bibir Vagina Basah Pertanda Nafsu Seks

Bibir Vagina Basah Pertanda Nafsu Seks

Bibir Vagina Basah Pertanda Nafsu Seks

Bibir Vagina Basah Pertanda Nafsu Seks

Foto Vagina Tante Toket Gede Mandi
Foto Bibir Vagina Basah Habis Ngeseks
Gambar Vagina Basah Berlendir Terbaru

Gambar Cewek Telanjang Memek Mulus Perawan Hot

Memek Perawan Suster Bidan Rumah Sakit

Memek Perawan Suster Bidan Rumah Sakit

Memek Perawan Suster Bidan Rumah Sakit

Memek Perawan Suster Bidan Rumah Sakit

Memek Perawan Suster Bidan Rumah Sakit

Memek Perawan Suster Bidan Rumah Sakit

Gambar Memek Mulus Perawan Hot
Foto Memek Perawan Suster Ngesot
Gambar Memek Perawan Bidan Telanjang

Gambar Bugil Memek Abg Bali Bugil

Gadis Bali Telanjang Di Pesisir Pantai

Gadis Bali Telanjang Di Pesisir Pantai

Gadis Bali Telanjang Di Pesisir Pantai

Gadis Bali Telanjang Di Pesisir Pantai

Gadis Bali Telanjang Di Pesisir Pantai

Gadis Bali Telanjang Di Pesisir Pantai

Gambar Memek Abg Bali Bugil
Foto Telanjang Gadis Bali Di Tepi Pantai
Gambar Cewek Pantai Bali Telanjang

Foto cantik Ngentot Memek Abg Dengan dua Cowok

Foto Mesum Tante Girang Mulus Cantik

Foto Mesum Tante Girang Mulus Cantik

Foto Mesum Tante Girang Mulus Cantik

Foto Mesum Tante Girang Mulus Cantik

Foto Mesum Tante Girang Mulus Cantik

Foto Mesum Tante Girang Mulus Cantik

Foto Ngentot Memek Abg Dengan Cowok
Gambar Mesum Abg Berwajah Cantik
Foto Tante Girang Bertubug Mulus Mesum

Sabtu, 24 Agustus 2013

Budidaya Nilam dan Cara Menanam Tanaman Nilam

budidaya, nilam, cara, menanam, tanaman nilamm

Nilam merupakan salah satu tanaman perdu yang sekarang banyak dilirik orang sebagai karena memiliki nilai ekonimis yang cukup tinggi. Keunggulan tanaman ini memiliki multi manfaat dan kahsiat yang cukup bagus dibanding dengan tanaman perdu yang lainnya.

banyaknya permintaan minyak nilam di Indonesia maupun di luar Negeri menjadikan tanaman ini layaknya "primadona" yang banyak dicari orang, bahkan yang mengelola minyak dari abahan dasar nilam ini kebanyakan perusahaan besar yang  hasil akhirnya akan dikirim keluar negri atau menjadikan hasil nilam ini menjadi komoditi ekspor.

Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya nilam atau cara menanam tanaman nilam ini, di bawah ini ada tahapan atau langkah-langkah budidaya nilam secara singkat:

PERSIAPAN BIBIT

Bila ingin melakukan kegiatan pesemaian atau pembibitan maka beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain lahan yang cukup, rnisalnya seluas 2.500 m2 untuk menangani sekitar 25 ha areal lahan yang akan ditanami, persiapan bibit berupa pohon nilam dari hasil panen melewati jangka waktu 6-7 bulan, tenaga kerja untuk melakukan monitoring dan pemeliharaan, bahan baku berupa tanah yang subur, pasir, sekam, pupuk kandang, insektisida, bahan baku untuk pembuatan naungan berupa bambu dan atap pelindung, serta persiapan bahan baku polibag sebagai sarana penempatan bibit.

Adapun metode pestmaian dapat dilakukan dengan 2 cara.

  • Cara pertama, bii setek dipotong sekitar 15-18 cm. Setelah itu, setek langsungdilaucapkan ke dalam polibag yang sudah diisi dengan mein tanam. Media tanam terdiri dari campuran 100 kg tanah, 125 kg seism, 25 kg pasir, dan 100 kg pupuk kandang. Campuran tessebut didiamkan selama 1-2 hari. Pemeliharaan bibit dalam pohlag ini cblakukan sampai berumur maksimum 2 bulan. Selanjutnya, bait dapat dipindahkan ke lahan perkebunan. Jumlah media tanam campuran tersebut digunakan untuk 26.000 polibag.
  • Cara kedua, bibit setek dipotong dengan panjang sekitar 12 cm-15 cm. Setelah itu, bibit direndam dalam pupuk cair organik perangsang akar tanaman (131) selama 5 menit. Lalu bibit diikat dalam satuan 50 atau 100 batang dan disimpan di tempat yang sejuk selama 15 hari. Saat akar serabut dan dam sudah muncul maka setek dipindahkan ke dalam polibag yang dilubangi sebanyak 2 atau 3 lubang untuk menghindari adanya gesekan dengan akar yang sudah hidup

PENGOLAHAN TANAH

Tanah terlebih dahulu harus melalui proses penggemburan dengan cara dicangkul atau dengan alat pertanian lainnya (traktor). Kedalaman galian tanah hendaknya 3o cm untuk dibalikkan. Setelah itu, didiamkan selama 3-4 hari agar terjadi proses penguapan dari tanah yang telah diolah.

Dengan asumsi lahan yang akan ditanami pohon nilam adalah tanah datar atau bekas persawahan, sebaiknya tanah yang telah gembur dibuat bedeng dengan lebar sekitar 3,2 m dengan panjang disesuaikan luas areal tanah. Setiap bedeng diberi jarak selebar 30 cm sebagai penampung saluran air sekaligus sebagai sarana jalan untuk mengontrol tanaman dengan kedalaman sekitar 15-25 cm.

Dengan lebar bedeng tersebut maka pada bedeng dapat dibuat 3 lubang dengan jarak masing-masing 80cm untuk menampung bibit sebanyak 3 polibag. Jarak lubang dari pinggiran saluran masing-masing 30 cm.

Lubang untuk tanaman tersebut dibuat dengan diameter 12-15 cm atau disesuaikan dengan diameter polibag. Kemudian lubang diberi pupuk kandang sebanyak 0,00769 kg atau sekitar 2 sendok makan. Setelah itu, lubang didiamkan selama 2-3 hari. Selanjutnya, proses penanaman bibit dapat dilakukan.

PENANAMAN

Sebelum proses penanaman dilakukan maka ada beberapa syarat dan cara serta mekanisme yang harus dipenuhi agar penanaman yang dilakukan memperoleh hasil optimal sesuai yang diinginkan dan pola budi daya. Adapun hal tersebut dijelaskan sebagai berikut..

Iklim

Penanaman nilam sebaiknya dilakukan di daerah yang memiliki kondisi ideal, yaitu berada pada suhu rata-rata antara 22-280 C. Tingkat intensitas penyinaran matahari cukup, terlebih pada saat tanaman mendekati masa panen.

Curah hujan yang ideal sebaiknya berada pada posisi antara 2.500-3.500 nunjtahun dan turun merata sepanjang tahun. Sementara tingkat kelembapan udara rata-rata di atas 75%.

Tanah

Pohon nilam dapat ditanam pada berbagai jenis kontur tanah, baik tanah datar, berbukit, ataupun tanah dengan tingkat kemiringan terjal. Namun, kondisi tanah yang disarankan subur, gembur, serta kaya humus agar memberikan hasil yang sangat.

Tinggi tempat yang ideal yaitu 10-400 in di atas permukaan laut (dpl), masih dapat ditanami sampai batas ketinggian 700 m dpl. Sementara pada ketinggian 700-2000 m dpl, nilam masih dapat tumbuh, tetapi kadar/remdemen min). mknya tidak sebagus di dataran rendah.

Keasaman tanah (pH) yang dikehendaki 5,5-6,5 dan tidak boleh tergenang air. Agar tidak tergenang, lahan sebaiknya dibuat bedeng agar kondisi tingkat kelembapan tanah mudah dikendalikan Tanah hat kurang diperkenankan, sedangkan pasir dan tanah berkapur tidak diperkenankan.

Cara Tanam

Penanaman dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu penanaman langsung dan tidak langsung.

Penanaman langsung

Bibit yang digunakan pada penanamanlangsung berupa setek yang dipetik dari lahan perkebunan dan ditanam secara langsung di lahan. Setiap lubang ditanam 2-3 setek untuk menjaga setek yang mati.
Penanaman dengan cara ini membutuhkan bibit setek yang lebih banyak dan persentase kematiannya lebih besar. Oleh sebab itu, cara ini tidak disarankan untuk diterapkan di perkebunan budi daya.

Penanaman secara tidak langsung (khusus budi daya)

Bibit yang digunakan pada cara ini melalui proses pesemaian atau pembibitan terlebih dahulu. Tanaman dipersiapkan selama 6-8 minggu sebelum ditanam pada lahan budi daya. Pesemaian dapat dilakukan pada lahan tersendiri pemberian pelindung atau pada areal yang memiliki pepohonan yang rindang. Namun, lahan memenuhi syarat, yaitu kemudahan persediaan air dalam jumlah cukup serta memudahkan efektivitas monitoring untuk memantau perkembangan dari bibit/setek

PEMELIHARAANTANAMAN

Pemupukan

Pemupukan hendaknya dilakukan dengan pedoman 5 tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat.

Tepat jenis

Tepat jenis diartikan penggunaan jenis pupuk disesuaikan dengan jenis tanaman, yaitu pupuk kandang dari domba dan ayam atau pupuk kimia berupa SP 36, urea, KCL, dan NPK.

Tepat jumlah

Tepat jumlah diartikan jumlah pemberian pupuk disesuaikan dengan luas areal tanaman. Sebagai contoh, untuk flap hektar per tahun rata-rata memerlukan pupuk kandang masing-masing sebanyak too sak, SP 36 sebanyak 200 kg, urea sebanyak 200 kg , KCL sebanyak 150 kg, dan NPK sebanyak 100 kg.

Selain itu, pupuk organik dapat digunakan untuk lebih merangsang terjadinya proses pertumbuhan daun yang lebih cepat dalam jumlah banyak. Pemupukan menggunakan cairan penyubur tanaman (CPT) dengan takaran tho ml ditambah air sebanyak 40 liter untuk lahan seluas satu hektar.

Tepat waktu

Tepat waktu dimaksudkan agar pemupukan dilakukan pada awal proses penanaman dengan dosis sesuai takaran. Pada masa pertumbuhan memasuki umur satu bulan diberi urea dan KCL atau SP 36 dan NPK sebanyak 1/4 bagian dan 1/3 bagian. Pemupukan ini diberikan satu minggu setelah panen pertama dan sisanya setelah panen kedua dan ketiga. Hal ini dimaksudkan agar proses pertumbuhan tanaman lebih optimal

Tepat cara

Tepat cara diartikan perlakuan dan mekanisme pemberian pupuk beserta takaran jumlahnya dan urut-urutan pemberiannya mengikuti program dan pola budi daya tanaman.

Tepat tempat

Tepat tempat diartikan lokasi penyimpanan pupuk berada pada tempat yang baik, mudah dijangkau, serta jarak antara tempat penyimpanan dan lahan budi daya soling berdekatan. Hal ini dilakukan agar efektivitas dan efisiensi pemupukan menjadi lebih tinggi.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang sudah mati atau layu agar jumlah tanaman sesuai target yang diinginkan. Penentuan target jumlah tanaman disesuaikan dengan lugs areal dan jarak tanam, yaitu 1 hektar dengan jumlah Wait maksimum 26.000 tanaman.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur sekitar umur tersebut, ketinggian tanaman mencapai 20-30 cm dan m cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Penyiangan dilakukan de 2 (dua) cara, yaitu cara mekanis dan kimiawi.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah tanaman berumur 3 bulan, yaitu setelah terbentuk perdu yang saling menutupi satu sama lain di antara pohon atau tanaman. Pemangkasan dilakukan pada cabang tingkat tiga ke atas. Pemang¬kasan dan penjarangan dilakukan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit tanaman. Selain pemangkasan memberi ruang gerak lebih luas ker.hadap tanaman.

Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan setekth proses panen selesai. Cabang-cabang dan dahan serta ranting yang ditinggalkan sesudah panen yang letaknya dekat dengan tanah ditimbun seting 10-15 cm. Cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatabkan bagian ujungnya (tidak terputus dari batang) dan bagiar dari batang patah ditimbun dengan tanah.

Budidaya Jambu Mete atau Jambu Monyet


budidaya,  jambu,  mete, jambu monyet

Jambu mete atau jambu monyat di Indonesia memiliki beberapa nama seperi jambu mede (Sunda), jambu monyet (Jawa dan Sumatera), jambu jipang/dwipa (Bali), jambu siki, erang, atau gaju (Sumatera), didaerah daerah di Indonesia tanaman buah ini banyak dibudidaya. 

Salah satu keunggulan buah jambu mete ini yaitu buah sejati nya atau yang lebih terkenal dengan biji atau kacang mete. sedangkan buah yang bagian atasnya (yang membungkus kacang) itu disebut buah semu.

Di bawah ini kita akan mengetahui secara singkat cara menanam atau budidaya jambu mete atau jambu monyet

 IkLim

  • Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari, maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain.
  • Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimum antara 15-25°C dan maksimun antara 25-35°C. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27°C.
  • Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. Akan tetapi, tanaman jambu mete masih dapat bertOleransi pada tingkat kelembaban 60-70%.

  • Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. Dalam penyerbukan bunga jambu mete, yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.
  • Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/* tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).

Media Taman

  • Jenis tanah paling cocok untuk penanaman jambu mete adalah tanah berpasir, tanah lempung berpasir, dan tanah ringan ber¬pasir.
  • Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6,3-7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5-6,3.

Ketinggian Tempat

Di Indonesia, tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian 1-1.200 m dpi. Batas opti¬mum ketinggian tempa untuk tanaman ini hanya sampai 700 m dpi, kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.

Sistem Budi Daya

Pembibitan

Budi daya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan, okulasi, dan penyambungan. Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan.

Cara penanganan biji mete untuk benih adalah:

  • Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.
  • Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat.
  • Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih, kemudian disortir.
  • Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%.
  • Bila dikemas dalam kantong plastik, aliran di ruang penyimpanan harus lancar denngan suhu antara 25-30° C dan kelembapan 70-80%.
  • Lama penyimpanan bibit + 6 bulan, paling lama 8 bulan.
  • Sebelum ditanam, benih (biji mete) harus disemai dahulu.

Pengolahan Media Tanam

Pengolahan media iariarn merupakan faktor yang penting agar bibit jambu mete dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pekerjaan ini meliputi persiapan awal lahan, pembukaan lahan (land clearing), dan pemupukan

Persiapan

Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu, dan pH harus 4-6. Tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembap, juga terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Saat tanam jambu mete yang baik adalah awal musim hujan. Pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.

Pembukaan Lahan

Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya.Tanah dibajak/ dicangkul sebelum musim hujan. Batang¬batang pohon disingkirkan dan dibakar.

Pemupukan

Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya, di saat tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi hingga dua kali setahun. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang, sedikit di luar lingkaran daun. Pupuk atau kompos dimasukkan ke dalam lubang galian itu. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang, di luar lubang sebelumnya. Pemberian pupuk kandang dan kompos dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah.

Teknik Penanaman

Sebelum dilakukan penanaman, terlebih dahulu tentukan pola dan jarak tanam, kemudian dilakukan pembuatan lubang tanam.

Penentuan Pola dan Jarak Tanam

Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Maka dalam setiap satu hektare lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 x 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun.

Pembuatan Lubang Tanam

Cara membuat lubang tanam:
  • Tanah digali dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm. Bila jenis tanahnya sangat liat, ukuran lubang tanam dibuat 50 x 50 x 50 cm. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas, harus ditembus agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air.
  • Pada waktu penggalian lubang, lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat.
  • Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Pada waktu penutupan lubang, tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula, disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ±1 pikul.
  • Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali.

Cara Penanaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.:
  • Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak.
  • Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalarn persemaian. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung, usahakan akar tunggangnya tetap lurus. Letak akar cabang diusahakan tersebar ke segala arah. Ujung¬ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong.
  • Tanah di sekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak terdapat rongga-rongga udara di antara akar dan tidak terjadi genangan air. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman meliputi pekerjaan penyiraman, penyulaman, penyiangan dan pengemburan, pemupukan, pemangkasan, serta penjarangan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama

Ulat kipat (Cricula trisfenestrata HeIf) 

Pada tanaman terlihat kepompong ber-gelantungan. Ulat berwarna hitam bercak¬bercak putih, kepala dan ekor warna merah nyala, dan seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut putih berbentuk Telurnya berwarna putih, oval. Fase pupa berlangsung 4 / minggu, fase kepompong 3-5 minggu.

Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun dapat habis sama sekali, tetapi tanaman tidak mati. Bila terkena serangan, tanaman tidak akan menghasilkan buah dan baru pulih setelah 18 bulan.
Pengendalian: dengan menyemprotkan\ insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1,0-1,5 mVliter air.

Helopeltis sp.

Tubuh imago berwarna hitam, kecuali abdo¬men bagian belakang sebelah bawah berwarna putih.
Gejala: pada tunas-tunas daun muda, tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidal( merata. Daun dan ranting segera mengering; dan diikuti dengan gugurnya daun.
Pengendalian: (1) melalui teknik bercocokn tanam, misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0,2 % atau Thiodan dengan dosis 0,02 %.

Ulat penggerek batang (Plocaederu feeeugineus L)

Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning. Lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati.
Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut. (2) dengan mengelesi 1 sekitar permukaan batang/akar dengan 1 larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air).

Penyakit

Penyakit yang sering menyerang adalah pe¬nyakit busuk batang dan akar, penyakit bunga dan putik, dan Antracnossis. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate, Captacol dan Theophanatea.

Penyakit layu

Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air.
Penyebab: Phytophthora palmivora, Fusarium sp, dan Phytium sp.

Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu. Pengendalian: (1) memperbaiki lingkung¬an pembibitan, seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat. (2) penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana.

Daun layu dan kering

Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum.
Gejala: secara mencolok daun-daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur, beberapa cabang meranggas, dan tanaman akhirnya mati. Jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk.

Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar¬akarnya supaya penyakit tidak menutar ke tanaman lain. Pencegahan harus dilakukan secara terpadu. Bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen.

Bunga dan buah busuk

Penyebab: Colletrichum sp., Botryo¬diplodia sp., Pestalotiopsis sp. Gejala: kulit buah hitam dan busuk.
Penyebab: Pestalotiopsis sp, Colletri¬chum sp, Pestalotiopsis sp., Botryo-diplodia sp., Fusarium sp.
Gejala: permukaan kulit buah dan kulit biji kering kecokelatan dan pecah-pecah, bunga dan tangkai busuk.

Jumat, 23 Agustus 2013

Cara Menanam panili dan Budidaya Vanili

budidaya, panili, cara menanam

IKLIM

Panili tumbuh pada daerah (Zone) antara 100 Lintang Utara dan 200 Lintang Selatan. Indonesia terletak antara 50 L.U. 100 L.S. sehingga secara potensial merupakan daerah pengembang¬an tanaman panili yang baik.

Sebagian besar daerah penanaman panili di Indonesia ter¬dapat di Jawa yang terletak di antara 50 L.U.. — 70 L.S. Pusat penanarnan panili di Jawa terdapat di 3 tempat, yaitu Daerah Garut (Jawa Barat), Daerah Temanggung dan Kedu (Jawa Tengah) dan Daerah Malang dan Banyuwangi (Jawa Timur).
Unsur-unsur iklim yang banyak mempengaruhi terhadap budidaya tanaman panili adalah elevasi (tinggi tempat) temperatur, tipe curah hujan dan kelembaban udara.

Elevasi dan Temperatur.

Temperatur rata-rata di Indonesia pada ketinggian permukaan laut adalah ± 260C dan turun ± 0,60C setiap naik 100 m. Panili dapat ditanam pada dataran rendah sampai elevasi 700 m, bahkan di daerah asalnya Mexico dapat sampai pada elevasi 2000 m, tetapi elevasi yang optimal adalah antara 400-700 m dengan tern¬peratur rata-rata tahunan 220C-250C. Batas temperatur tertinggi 380C dan temperatur terendah 90C bagi tanaman! panili ditentukan oleh terhentinya pertumbuhan tanaman.

Tipe Ctirah Hujan dan Kelembaban

Pembagian curah hujan lebih penting daripada jumlahnya per tahun. Panili memerlukan masa agak kering ± 3 bulan untuk pernasakan buah dan mempertinggi mutunya. Periode hujan selama 8-10 bulan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dthi pembentukan buah.‘ Di Indonesia, tipe curah hujan optimal untuk panili adalah 2000-3000 mm per tahun dengan kelembaban +80%.

 TANAH DAN LOKASI

Perhatian utama pada saat pemilihan tanah untuk berusaha tani panili, ditunjukan kepada tanah-tanah yang banyak me¬ngandung humus (mulch), karena akar-akar tanaman panili tumbuh relatif dangkal, sehingga sangat peka terhadap keadaan lapisan-lapisan tanah paling atas. Oleh karena itu hendaknya diusahakan agar kadar bunga tanah (humus) tetap dipertahankthi.

Tanaman panili menghendaki, struktur tanah yang baik porous (mudah meresapkan air) dan gembur sehingga mudah ditembus akar-akar tanaman.

Tanaman panili memerlukan unsur Ca (Calcium) yang jumlahnya relatif banyak, sehingga dalam usaha mencari tanah untuk pertanaman panili, keadaan unsur Ca nya juga perlu dipertimbang¬kan.

Keadaan Ph tanah yang dikehendaki tanaman panili adalah antara Ph 6-7. Tanah-tanah yang terbaik untuk tanaman panili adalah tanah yang berasal dari bahan batuan induk batu kapur dengan Ph 6-7. Dengan Ph tanah antara 6-7 tanaman panili akan bebas dari problema penyakit busuk batang, bila dibanding kan dengan tanah yang mempunyai Ph 5,0-5,5.   

PENANAMAN

PENANAMAN POHON PELINDUNG ATAU POHON PANJ ATAN   

Penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan sebaik¬nya sudah dilaksanakan satu tahun sebelum dilaskanakan naman tanaman pamili.

 Jenis tanaman yang baik dipakai sebagai pohon pelindung dan sekaligus sebagai pohon panjatan/penunjang adalah tanam¬tanaman seperti :
  • Lamtoro (Leucaena glauca)
  • Dadap (Erythrina variegata)
  • Jarak pagar (Jathropa curcas)
  • Kolena/pohon gamal (Glericidia)
  • Sengon (Albizia spei).

PENGOLAHAN TANAH

Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu tanah harus tiolah dengan sebaik-baiknya dengan cara :
  • Terlebih dahulu tanah dibersihkan dari tonggak-tonggak pohorr kayu yang ditebang dan kotoran-kotoran lainnya. Selanjutnya tanah dicangkul atau dibajak sampai gembur dan rumput yang ada dibersihkan.
  • Pohon pelindung/penunjang ditanam pada permulaan musim penghujan dengan jarak tanam 1X2 m, 1X1,5 m atau 1X1,75 m, tergantung pada kesuburan tanah dan tinggi tempat dari permukaan laut. Barisan penanaman sebaiknya membujur ke timur, dengan maksud agar sinar matahari pagi dapat masuk dengan leluasa sehingga seluruh tanaman dapat sinar mata¬hari pagi dengan merata
  • Cara yang kedua penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan dapat dilakukan sebagai berikut ;Pertama-tama sebelum tanah j dikerjakan, terlebih dahulu dianjir dengan jarak 1,5 m membujur ke timur, kemudian tanah bare digali (seperti membuat got/selokan) dengan lebar 50 cm. Penanaman pohon- Pandung atau panjatan Baru dilakukan pada permulaan musim penghujan. Penanaman dilakukan pada dasar galian tanah dengan jarak 1X1,5 m.
  • Cara yang ketiga, yaitu dengan cara kombinasi antara cara b dan c tetapi waktu tanam panili dilakukan bersama-sama dengan penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan.

PERSIAPAN BIBIT

Pembiakan tanaman panili dapat dilakukan secara generatif dan dapat pula dengan cara vegetatif, namun yang sering dipakai adalah pembiakan dengan cara vegetatif (dengan stek). Sedang¬kan pembiakan secara generatif (dengan biji), dilakukan bila untuk keperluan penelitian (pemuliaan tanaman) untuk mendapat¬kan jenis-jenis baru yang lebih baik atau untuk tujuan-tujuan lainnya.

Penanaman panili dengan stek dilakukan pada musim penghujan yaitu sebelum hujan turun dengan lebat, karena bila di¬lakukan penanaman stek setelah hujan turun dengan lebatnya, maka sering kali bibit stek akan mati karena mengalami kebusuk¬an, dengan demikian sebelumnya harus sudah tersedia tanaman panili yang cukup mengeluarkan sulur-sulur dahan yang sehat dan kuat. 

Tanaman panili yang sudah pernah berbuah tidak baik dipakai untuk bibit karena daya tumbuhnya kurang. Sulur yang baik dipilih untuk stek bibit adalah batang/sulur yang agak gemuk/subur. Sulur/batang yang telah dipilih dan telah dipotong dan pohon induknya untuk stek bibit, pucuknya dipotong untuk menghindari pembusukan pucuk.

PENANAMAN

Jarak tanam (untuk Jawa) adalah 1,50X1,50 m, sesuai dengan jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan. Menurut CHALOT jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan 1,5 m X 1,0 m yaitu jarak antara larikan 1 m.

Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang-lubang penanaman dekat dengan pohon penunjang sedalam 10 cm. Cara menanam stek ada 2 cara yaitu dengan cara lengkung dan defigan cara lurus. 
Bibit yang pangkalnya lurus sebaiknya ditanam dengan cara lurus dan bibit yang pangkalnya melengkung sebaiknya ditanam dengan cara melengkung, guna menghindari terjadi luka, yang mengakibatkan, terjadinya pembusukan. 

Yang perlu diperhatikan pada waktu penanaman adalah akar lekat dan tiap-tiap buku pada stek jangan sampai terbalik, harus menghadap pohon penunjang atau pohon panjatan. Apabila terbalik, maka setelah stek tumbuh tidak akan mau melekat pada pohon penunjang, karena akar pelekatnya berada di luar sehingga akan selalu melengkung keluar menjauhi pohon penunjang.

Setelah melakukan penanaman, tanah di sekitar stek tidak boleh menjadi kering, karenanya perlu ditutup dengan daun daun atau jerami dan jika perlu disiram setiap pagi dan sore hari. Bagian yang ditanam ke dalam tanah sepanjang tiga ruas/buku.
Ada 2 (dua) cara penanaman :
  • Penanaman dengan memakai pohon penunjang.
  • Penanaman dengan memakai pagar rambatan.

PEMELIHARAAN TANAMAN

Perambatan Tanaman Panili

Dalam jangka waktu 2-3 minggu setelah tanam, stek-stek sudah mulai berakar dan tunas-tunas muda mulai keluar. Bila dalam jangka waktu tersebut stek belum juga tumbuh, sebaiknya diganti saja dengan stek yang baru (disulam) agar diperoleh tanaman yang seragam.

Pengaturan Pohon Pelindung

*    Tindakan pengaturan pohon pelindung yang terutama di¬tujukan untuk :Memberikan tingkat penyinaran (cahaya matahari) yang cukup untuk semua tanaman.
*    Mempermudah/memperlancar sirkulasi peredaran udara dan pemeliharaan dalam pertanaman.
*    Mengatur kelembaban udara di sekitar tanaman panili terutama pada waktu musim penghujan.
*    Mempertahankan tingkat keteduhan tertentu selama musim kering/kemarau

Pemangkasan Tanaman Panili.

Perlakuan pemangkasan tanaman panili dimaksudkan untuk mengatur pertumbuhan vegetatif ke arah pertumbuhan genera¬tif yang lebih produktif. Atau dengan perkataan lain untuk mengatur tanaman panili agar tidak hanya menghasilkan cabang yang banyak, tetapi juga menghasilkan buah yang banyak.

Pemangkasan untuk tanaman panili ada 3 (tiga) macam pe-mangkasan, yang masing-masing mempunyai maksud dan cara pemangkasan yang berbeda-beda, yaitu: pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan rejuvenasi (pemangkasan peremajaan).

Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang. Pemangkasan produksi bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah diperoleh melalui pemangkasan bentuk, guna mendorong pertumbuhan generatif. Pemangkasan re¬juvenasi bertujuan untuk mempermuda/meremajakan cabang/¬batang-batang yang telah tua.